Karya seni Balai Kota yang telah menjadi bagian koleksi publik sejak 1980-an kini dinyatakan hilang, memicu pertanyaan soal pengelolaan inventaris dan jejak administratif. Lukisan berukuran 3-by-5-foot karya Bill Cass itu terakhir diketahui tergantung di kantor seorang pejabat senior pemerintahan kota.

Lukisan tersebut dibeli Bill Cass oleh Chicago Public Library pada 1980-an dan kemudian masuk ke koleksi publik Balai Kota. Catatan menunjukkan karya itu terpajang di kantor Paul Goodrich, yang pernah menjabat chief operating officer di era Mayor Lori Lightfoot, dari sekitar akhir 2021 sampai Mei 2023 ketika Mayor Brandon Johnson menggantikan Lightfoot.
Lukisan, asal-usul, dan status kepemilikan
Menurut keterangan yang beredar, lukisan tanpa judul itu adalah milik kota meskipun nilai pasar diperkirakan tidak tinggi—diestimasikan $500 dan $1,000. Meski begitu, sebagai barang milik kota, keberadaannya seharusnya tercatat dalam inventaris. Namun lukisan itu tidak tercantum di sekitar 700 item yang ada dalam daftar inventaris barang seni milik kota.
Penelusuran administratif menyebutkan riwayat pemasangan: sejak era 1980-an lukisan menjadi bagian dari koleksi publik dan kemudian dipajang di kantor Paul Goodrich pada akhir 2021. Setelah pergantian pemerintahan pada Mei 2023, jejak lukisan mulai kabur karena tidak ada catatan resmi yang mengonfirmasi pemindahan atau penempatan kembali karya tersebut.
Komunikasi antarstaf dan keputusan tidak melapor
Surat elektronik internal menunjukkan bahwa staf pemerintah baru membahas keberadaan lukisan itu dan berniat meminta keterangan langsung kepada Goodrich. Namun, meski ada diskusi internal mengenai lokasi karya tersebut, tidak ada tindakan resmi untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum.
Paul Goodrich menyatakan bahwa ia tidak membawa lukisan tersebut. Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya menelusuri apa yang terjadi pada karya tersebut sejak terakhir kali diketahui tergantung di kantornya. Pihak-pihak yang terlibat masih menilai bukti administrasi yang tersedia untuk menentukan langkah selanjutnya.
Inventaris dan tanggung jawab pengelolaan seni
Salah satu temuan penting adalah bahwa departemen yang membawahi urusan budaya kota menyatakan bahwa mereka “does not maintain a list of missing artworks.” Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah kota memantau, mencatat, dan menindaklanjuti ketika barang seni publik tidak lagi dapat dilacak secara jelas.
Ketidaktercatatan karya itu dalam inventaris resmi — padahal terdaftar sebagai milik kota — menyoroti potensi celah dalam pengelolaan koleksi publik. Langkah-langkah seperti pencatatan akurat, audit rutin, dan prosedur pelaporan kehilangan akan menjadi bagian dari diskusi publik jika pemerintah memilih untuk menindaklanjuti kasus ini secara administratif.
Nilai moneter lukisan yang relatif kecil tidak mengurangi pentingnya kasus ini bagi transparansi pengelolaan aset publik. Karena karya itu merupakan bagian dari koleksi institusi kota, proses penelusuran dan penjelasan resmi mengenai hilangnya lukisan menjadi aspek kunci yang diharapkan publik mendapatkannya dalam waktu dekat.
Sampai ada konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang, lokasi lukisan Bill Cass tersebut tetap tidak diketahui. Kasus ini menempatkan sorotan pada praktik inventaris dan prosedur internal yang mengatur barang seni milik kota, serta pada respons pejabat terhadap hilangnya aset publik semacam ini.
Pencarian dokumentasi dan klarifikasi lanjutan tampaknya akan menjadi langkah berikutnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting tentang bagaimana sebuah karya seni publik bisa lenyap tanpa jejak yang jelas.
