Perbaikan mobil listrik kini tercatat lebih mahal dan memakan waktu lebih lama dibandingkan kendaraan bensin atau diesel. Temuan dari analisis kecelakaan dan perbaikan menunjukkan biaya dan durasi servis EV berada di atas rata-rata kendaraan pembakaran dalam.

Analisis terhadap puluhan ribu kasus kecelakaan menemukan perbedaan signifikan kedua jenis kendaraan, yang berimplikasi pada beban biaya bagi pemilik, asuransi, dan sektor perbaikan otomotif.
Temuan utama AX Repair Index
Analisis berdasarkan 40.000 kecelakaan menghasilkan skor AX Repair Index 114 untuk mobil listrik, dibandingkan 100 untuk mobil bensin dan diesel. Rata-rata biaya perbaikan untuk EV tercatat £6.363, sedangkan untuk mobil internal combustion engine (ICE) sebesar £5.338. Dengan kata lain, biaya perbaikan kendaraan listrik untuk kecelakaan non-fault 19 persen lebih tinggi daripada biaya setara pada mobil bensin dan diesel.
Selain biaya, waktu perbaikan juga lebih lama pada EV. Kendaraan listrik menghabiskan sekitar 9 persen lebih banyak waktu di bengkel, dengan durasi perbaikan rata-rata 25 hari, sedangkan kendaraan ICE rata-rata 23 hari. Data ini menunjukkan bahwa proses perbaikan EV masih menuntut waktu lebih banyak, meski perangkat mekanis EV secara umum lebih sederhana.
Penyebab beban perbaikan lebih tinggi
Indeks mencatat beberapa faktor yang mendorong meningkatnya beban perbaikan pada kendaraan listrik. Salah satu penyebab utama adalah harga suku cadang EV yang lebih tinggi. Selain itu, banyak perbaikan, bahkan yang tampak kecil, sering kali memerlukan kalibrasi khusus sehingga menambah langkah teknis dan waktu kerja.
Scott Hamilton-Cooper, chief commercial officer of AX, mengatakan: “The growth of electric vehicles is creating new opportunities and challenges for the accident repair sector. “While the gap between EV and ICE repairs is narrowing as repairers gain experience and technology improves, our AX Repair Index shows that electric vehicles still place a greater overall burden on the repair process. “This is partly due to more costly EV parts and because they usually require calibration even for small repairs.”
Dampak pada pemilik, asuransi, dan industri
Konsekuensi dari temuan ini dapat meluas ke berbagai pihak. Pemilik mobil listrik cenderung menghadapi tagihan perbaikan lebih tinggi dan waktu tanpa kendaraan yang lebih lama. Bagi perusahaan asuransi, biaya klaim bisa meningkat seiring semakin banyaknya EV di jalan.
Tren penjualan menunjukkan penetrasi EV yang terus tumbuh: sekitar satu dari empat mobil baru terjual adalah listrik. Tahun ini tercatat lebih dari 220.000 pendaftaran mobil listrik, dibandingkan 406.000 untuk model bensin dan 44.000 untuk diesel. Dengan pergeseran tersebut, tekanan pada sektor perbaikan kecelakaan diperkirakan akan bertambah seiring bertambahnya jumlah EV di jalan.
Scott Hamilton-Cooper menambahkan: “We support the move to a predominantly EV car parc and our EV-for-EV guarantee has been hugely popular. “As EV adoption grows, delivering a smooth customer journey will be essential for fleets, insurers and motorists alike.” Pernyataan ini menekankan pentingnya kesiapan layanan purna jual agar transisi ke kendaraan listrik berlangsung lebih lancar.
Kesiapan jaringan perbaikan
Berdasarkan kerja sama AX dan mitra bengkel di seluruh Inggris, dilaporkan bahwa 99 persen dari jaringan perbaikan mereka kini terakreditasi untuk menangani kendaraan listrik. Langkah ini menunjukkan upaya industri dalam menambah keterampilan, peralatan, dan personel untuk mengurangi kesenjangan perbaikan EV dan ICE.
Meskipun ada kemajuan, data menunjukkan masih terdapat celah dalam hal biaya suku cadang dan kebutuhan kalibrasi yang membuat perbaikan EV relatif lebih berat. Dengan meningkatnya pangsa pasar EV, kemampuan teknis dan kapasitas bengkel akan menjadi faktor kunci untuk menekan biaya dan memperpendek durasi perbaikan.
Peralihan ke kendaraan listrik menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi sektor perbaikan otomotif. Penyesuaian kapabilitas bengkel dan peningkatan efisiensi reparasi akan menentukan seberapa cepat perbedaan beban EV dan ICE dapat diperkecil.
