Minat terhadap skuter listrik jarak jauh semakin tumbuh, seiring klaim sejumlah produsen bahwa beberapa model kini mampu menempuh lebih dari 200 km dalam sekali pengisian. Perubahan ini mereduksi kekhawatiran soal pengisian harian dan menambah pertimbangan bagi pengguna yang sedang memilih skuter bensin dan listrik.

Selain jarak tempuh, faktor biaya operasional yang lebih rendah dan kebutuhan perawatan yang minimal menjadi daya tarik tambahan. Di pasar India, sejumlah merek besar mengembangkan model dengan baterai lebih besar dan fitur pintar untuk menjawab kebutuhan pengguna perkotaan maupun yang sering melakukan perjalanan jauh.
Mengapa skuter jarak jauh diminati?
Pergeseran ke skuter listrik tidak lagi hanya soal gaya hidup atau tren teknologi. Dengan kenaikan harga bahan bakar, banyak pembeli kini mempertimbangkan total biaya kepemilikan—termasuk biaya bahan bakar, pemeliharaan, dan frekuensi pengisian baterai. Skuter listrik yang mampu menempuh jarak lebih jauh dalam satu kali pengisian mengurangi kecemasan soal infrastruktur pengisian dan membuat penggunaan harian lebih praktis.
Komponen tambahan seperti layar sentuh, navigasi, konektivitas Bluetooth, dan beberapa mode berkendara juga semakin menjadi standar pada model-model premium. Fitur-fitur ini menarik minat generasi muda yang mengutamakan kenyamanan dan konektivitas, selain performa baterai dan jangkauan riil di jalan.
Rinci: klaim 212 km dan fitur yang ditawarkan
Salah satu klaim yang menarik perhatian adalah kemampuan mencapai 212 km IDC range pada beberapa model premium TVS iQube. Angka ini menempatkan model tersebut di kategori jarak tempuh sangat panjang untuk skuter listrik kompak. Klaim serupa juga muncul dari sejumlah pabrikan lain yang menyatakan model baru mereka bisa melampaui 200 km per isi baterai.
Model dengan jarak tempuh tinggi umumnya dibekali baterai berkapasitas lebih besar dan perangkat lunak manajemen energi yang ditingkatkan. Selain itu, pabrikan memadu padankan fitur kenyamanan dan keamanan seperti sistem infotainment dengan layar sentuh, navigasi terintegrasi, konektivitas Bluetooth, serta beberapa mode berkendara untuk mengatur respons akselerasi dan efisiensi energi.
Persaingan: Honda dan Bajaj tidak mudah
Meskipun beberapa merek baru menonjolkan jarak tempuh panjang, persaingan tetap ketat. Bajaj Chetak, misalnya, dikenal karena kualitas bodi yang solid dan performa yang andal. Di sisi lain, Honda sedang mempersiapkan model listrik baru untuk pasar India yang diperkirakan akan menambah kompetisi di segmen ini.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Ather dan OLA juga fokus meningkatkan kapasitas baterai dan efisiensi jangkauan pada model-model terbaru mereka. Targetnya bukan hanya memberikan jarak tempuh yang impresif, tetapi juga memastikan klaim tersebut mendekati kondisi penggunaan sehari-hari sehingga konsumen memperoleh pengalaman yang realistis.
Akibatnya, setiap merek kini berlomba menghadirkan kombinasi terbaik jarak tempuh, pengisian cepat, teknologi pintar, dan desain yang menarik. Permintaan untuk skuter yang mendukung perjalanan lebih panjang tanpa pengisian setiap hari terus meningkat, sehingga persaingan di pasar akan semakin ketat.
Selain manfaat pribadi, skuter listrik jarak jauh dianggap memiliki manfaat bagi negara dengan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Pemerintah pusat mendorong pengurangan impor minyak mentah karena dampaknya terhadap cadangan devisa.
Dengan tren ini, skuter listrik yang mampu menempuh lebih dari 200 km per pengisian diperkirakan akan semakin populer, terutama di kalangan pengguna yang menginginkan kenyamanan, efisiensi biaya, dan fitur teknologi modern. Perusahaan otomotif diperkirakan akan terus mengembangkan baterai, kemampuan pengisian, dan fitur pintar untuk memenuhi ekspektasi pasar.
